SETIAP Senin hingga Kamis pagi sampai pukul 12.00 WITA, sebuah mobil Karimun merah kerap terparkir di kawasan Bundaran Masjid Agung Al Munawwarah, Jalan Trikora, Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (18/1).
Dari balik bagasi mobil itulah Kopi Karimun beroperasi, melayani warga yang ingin menikmati kopi cepat saji dengan konsep street coffee. Eban sang pemilik, barista asal Banjarbaru yang meracik kopi ala kafe tanpa mesin elektrik.
Dengan peralatan manual, ia menyajikan kopi dingin dalam gelas plastik, lengkap dengan berbagai varian rasa.
Baca Juga 7 Tuntutan Mahasiswa Kalsel, Tolak Pilkada Melalui DPRD
“Jualan kopi street ini sudah hampir tiga tahunan. Awalnya sering pindah-pindah tempat karena kita jualannya di jalan,” ujar Eban saat ditemui, Senin (19/1/2026).
Meski berjualan dari mobil, kualitas racikan tetap dijaga. Bahkan alat pembuat espresso yang digunakan telah disesuaikan sendiri agar sesuai dengan selera racikan kopi yang ia buat.
Saat ini, Kopi Karimun telah memiliki sekitar 95 menu dan masih akan terus bertambah. Eban menargetkan pada 2026 nanti jumlah menu racikannya bisa mencapai 200 varian.
“Hampir Februari ini sudah 100 menu. Target 2026 bisa 200 menu,” katanya.







