Sebanyak 12 orang tenaga sanitasi lingkungan profesional terlibat dalam kegiatan ini. Selain melakukan pengendalian vektor dengan metode pengembunan (fogging) menggunakan insektisida sesuai standar.
Tim juga melakukan pengawasan kualitas air, kondisi jamban, pengelolaan sampah pemukiman, dapur umum, serta pengelolaan limbah medis dan limbah B3 di fasilitas kesehatan terdampak.
Trisno menegaskan upaya kesehatan lingkungan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan setelah bencana untuk mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB).
“Harapannya, hunian sementara ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang sehat dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga selama masa pemulihan,” katanya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







