“Sekira apa jar.”
“Mksd-nya apa.”
“OKB 😂.”
“Jahiliyyah.”
“CEO dari lahir jaer 😂.”
“Aku aja kada kaya ini banar, karna kada ada duitnya.”
“Kaya boleh, tapi jangan gobss deh 🤓.”
“Ekspresi bayi:”
“Bukti akal sehat nggak bisa dibeli.”
“Mau dijadiin tumbal pesugihan?????”
Tak sedikit pula warganet yang mempertanyakan tujuan unggahan tersebut, apakah sekadar konten hiburan, simbol keberuntungan, atau hanya ingin mencari perhatian.
Sorotan Etika dan Kesehatan
Di luar pro dan kontra, sejumlah pengguna media sosial mengingatkan bahwa uang kertas sering berpindah tangan dan berisiko membawa bakteri serta virus. Menjadikan uang sebagai properti yang bersentuhan langsung dengan bayi dinilai kurang memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan anak.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti maksud sang ibu mengunggah video tersebut. Namun satu hal yang jelas, konten itu telah menjadi bahan diskusi publik tentang batas antara kebebasan berekspresi, etika bermedia sosial, dan tanggung jawab orang tua terhadap anak.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad






