“Banjir telah menyebabkan kesulitan dalam beraktivitas, mulai dari bekerja hingga anak-anak yang kesulitan bersekolah. Dengan adanya bantuan ini, warga disini merasa terbantu dan berharap banjir segera surut,” doanya.
Disisi lain, Camat Jejangkit Ardian (51) mengatakan bahwa Kecamatan Jejangkit memiliki 7 desa dengan 2200 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir dengan tingkat berbeda-beda. Dari jumlah tersebut, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing karena keterbatasan tempat pengungsian serta masih memungkinkan untuk beraktivitas dengan segala keterbatasan.
Ardian menjelaskan, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Jejangkit sudah berlangsung cukup lama akibat curah hujan tinggi dan luapan air sungai, sehingga menyebabkan sejumlah desa terendam hingga ketinggian air mencapai lutut bahkan pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut turut berdampak pada akses transportasi, perekonomian warga, serta aktivitas pendidikan.
“Beberapa akses jalan darat sudah tidak bisa dilalui, sehingga masyarakat terpaksa menggunakan jukung sebagai sarana transportasi utama. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk penanganan banjir serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak,” ujar Ardian.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Jejangkit, khususnya di Desa Sampurna dan Desa Bahandang. Menurutnya, kehadiran langsung istri Gubernur Kalsel ini menjadi penyemangat tersendiri bagi warga yang tengah menghadapi musibah.
“Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap kondisi masyarakat di daerah. Kami berharap bantuan seperti ini terus berlanjut sampai banjir benar-benar surut dan kondisi kembali normal,” harapnya. (Wartabanjar.com/adpim)
Editor Restu







