WARTABANJAR.COM – Kabar mengejutkan datang dari Liga Turki. Pemain keturunan Indonesia yang memperkuat Fenerbahce, Jayden Oosterwolde, resmi dijatuhi hukuman penjara terkait kasus kekerasan yang terjadi dalam laga panas melawan Galatasaray.
Jayden Oosterwolde divonis satu tahun, empat bulan, dan 14 hari penjara oleh pengadilan Turki. Hukuman tersebut dijatuhkan setelah ia terbukti terlibat dalam insiden kekerasan usai derbi Istanbul yang digelar pada 19 Mei lalu.
Kronologi Insiden Derbi Istanbul
Peristiwa bermula saat Fenerbahce menaklukkan Galatasaray dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-37 Liga Turki. Seusai pertandingan, sejumlah pemain dan staf Fenerbahce, termasuk Jayden Oosterwolde, mencoba membentangkan spanduk kemenangan.
Namun, aksi tersebut dihentikan oleh pihak keamanan stadion. Situasi pun memanas dan berujung bentrokan fisik antara rombongan Fenerbahce dan pihak Galatasaray.
Korban utama dalam insiden tersebut adalah Direktur Stadion Galatasaray, Ali Celikkiran, yang mengalami luka serius. Berdasarkan laporan media Belanda Voetbal Primeur, Jumat (16/1/2026), Celikkiran mengalami patah leher akibat tendangan dan pukulan saat keributan terjadi.
Putusan Pengadilan Turki
Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa Jayden Oosterwolde tidak bertindak sendiri. Ia dinilai melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan beberapa staf Fenerbahce.
“Pengadilan memutuskan bahwa kelima terdakwa bertindak bersama-sama. Korban ditendang dan dipukul selama insiden berlangsung,” bunyi pernyataan resmi pengadilan.
Selain Jayden, beberapa nama lain yang ikut diadili adalah Mert Hakan Yandas, mantan dokter klub Ertugrul Karanlik, mantan direktur Fenerbahce Hulusi Belgu, serta Emre Kartal, putra mantan pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal.
Dalam persidangan juga terungkap bahwa Hulusi Belgu turut menarik rambut Ali Celikkiran saat bentrokan terjadi.













