Sunyi itu menjadi simbol krisis yang tengah melanda Real Madrid.
Kekalahan dari Albacete terasa semakin menyakitkan karena datang hanya beberapa hari setelah Madrid tumbang 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Dua pukulan beruntun ini membuat kepercayaan diri tim runtuh.
Pemecatan Xabi Alonso, isu ego pemain yang membesar, serta tekanan publik membuat situasi internal Madrid kian keruh. Los Blancos kini bukan hanya berjuang melawan lawan di lapangan, tetapi juga melawan badai di dalam tubuh tim sendiri.
Padahal, jadwal berat sudah menanti. Real Madrid masih harus mengejar Barcelona di puncak klasemen LaLiga dengan selisih empat poin. Di Liga Champions, mereka wajib mengamankan posisi delapan besar agar bisa langsung lolos ke babak 16 besar.
Kekalahan di Copa del Rey mungkin hanya satu pertandingan. Namun, keheningan di ruang ganti menunjukkan bahwa Real Madrid sedang berada di persimpangan besar: bangkit sebagai raksasa, atau tenggelam dalam krisis yang berkepanjangan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







