WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Aula BKPSDM Banjar, Martapura, Rabu (14/1/2026).

Acara diikuti jajaran pimpinan daerah serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banjar.

Dengan mengusung tema ’Memetik Hikmah Isra Mikraj di Tengah Musibah dengan Menguatkan Iman dan Menumbuhkan Kepedulian’, peringatan ini diarahkan untuk membangun ketahanan mental dan solidaritas aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik di tengah kondisi darurat.

Baca Juga Curi Bollard Trotoar, Polisi Tangkap Warga Martapura

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi oleh Grup Al Ifrah Martapura, kemudian dilanjutkan dengan tilawah Alquran oleh Ustadz Zainuddin Zuhri yang menambah suasana khidmat.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur dalam sambutannya menyampaikan musibah banjir yang terjadi merupakan ujian sekaligus pengingat bagi umat untuk memperkuat keimanan dan mempererat solidaritas.

“Setiap ujian pasti disertai jalan keluar. Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Di sinilah iman diuji dan kepedulian sosial harus kita hadirkan,” ujarnya.

Ia menilai, peristiwa Isra Mikraj mengandung pesan penting tentang hubungan manusia dengan Tuhan serta hubungan antarsesama.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sangat relevan dalam membangun empati dan gotong royong saat masyarakat menghadapi bencana.

“Banjir ini telah menggugah rasa kemanusiaan kita. Kepedulian, persaudaraan, dan saling membantu harus terus dirawat agar beban saudara-saudara kita yang terdampak bisa terasa lebih ringan,” tambahnya.

Melalui momentum tersebut, Saidi mengajak seluruh ASN untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat peran sebagai pelayan masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan kebencanaan.

Sementara itu, penceramah KH Muhammad Fauzan dalam tausiyahnya mengingatkan Isra Mikraj merupakan tonggak penting perintah salat, yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan moral umat.

“Salat yang dilakukan dengan khusyuk akan menjadi benteng dari perbuatan keji dan mungkar. Kuncinya adalah menghadirkan hati sepenuhnya saat beribadah, tanpa teralihkan oleh urusan dunia,” tuturnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu