Tak hanya itu, Command Center juga terhubung dengan jaringan CCTV di titik-titik strategis, sehingga memungkinkan pemantauan kondisi wilayah secara langsung serta deteksi dini terhadap potensi gangguan dan bencana.
“Keberadaan Command Center ini sangat penting untuk mengintegrasikan data sektoral yang sebelumnya tersebar, kini menjadi satu platform visualisasi yang komprehensif,” tambah Eddy.
Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani menegaskan bahwa pembangunan sistem data di Tabalong telah dimulai dari tingkat desa melalui program Desa Cinta Statistik. Data tersebut kemudian dikembangkan menjadi Satu Data Kecamatan hingga terintegrasi dalam Satu Data Kabupaten Tabalong.
“Ke depan, seluruh SKPD wajib menyampaikan data masing-masing. Setiap kebijakan dan program pembangunan harus benar-benar berbasis data melalui Command Center,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tabalong pun berkomitmen terus memperkuat kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan demi mewujudkan Tabalong sebagai Smart City yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.
Dalam peresmian tersebut, Bupati, Forkopimda, Ketua DPRD, Kejari, serta Ketua Pengadilan Negeri turut meninjau langsung ruang Command Center. Mereka bahkan mencoba mengoperasikan sistem dengan melakukan komunikasi langsung ke desa dan kecamatan yang telah terhubung melalui CCTV.
Peresmian Tabalong SMaRT Command Center menandai babak baru transformasi digital pemerintahan di Kalimantan Selatan, sekaligus menempatkan Tabalong sebagai pionir daerah cerdas di Banua.(wartabanjar.com/Suhardi)
editor: nur_muhammad







