Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah berdiri 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di Indonesia.
Total, Sekolah Rakyat telah menampung 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Gus Ipul menjelaskan, para siswa berasal dari keluarga yang tergolong sangat rentan dan sering luput dari perhatian.
“Mereka adalah kelompok yang sering tidak terlihat. Anak-anak dari keluarga paling tidak mampu yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan,” ujarnya.
Sebanyak 60 persen orang tua siswa diketahui bekerja sebagai buruh harian, buruh bangunan, buruh tani, buruh nelayan, tukang ojek, pemulung, hingga pekerja serabutan lainnya.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pintu keluar dari lingkaran kemiskinan dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
Peresmian Sekolah Rakyat ini pun menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun pendidikan yang inklusif, merata, dan berpihak kepada rakyat kecil di seluruh penjuru Tanah Air.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







