WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengakui bahwa hubungan klubnya dengan rival abadi Real Madrid saat ini berada dalam kondisi yang kurang harmonis dibanding periode sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Laporta dalam sesi wawancara eksklusif yang membahas dinamika terbaru dalam persaingan kedua raksasa La Liga Spanyol.
Laporta menyebut bahwa sejumlah insiden antar manajemen kedua klub telah menyebabkan ketegangan meningkat sepanjang kompetisi domestik dan kompetisi lain yang melibatkan kedua tim tersebut.
Ia tidak memungkiri peluang hubungan kedua klub kembali harmonis, tetapi proses itu menurutnya akan memerlukan waktu dan komitmen dari kedua belah pihak.
Presiden Barcelona juga menyinggung beberapa momen kontroversial dalam beberapa musim terakhir yang menjadi titik perdebatan di antara jajaran eksekutif kedua klub.
Menurut Laporta, sejarah rivalitas yang panjang membuat hubungan kedua klub selalu dinamis, tetapi insiden terkini memerlukan dialog terbuka untuk meredakan tensi persaingan.
Barcelona dan Real Madrid sama-sama memiliki basis suporter global yang besar, sehingga dampak hubungan yang kurang harmonis ini juga dirasakan oleh penggemar kedua tim di luar negeri.
Laporta menegaskan bahwa bagaimanapun persaingan di lapangan tidak harus berdampak negatif terhadap hubungan antar institusi klub jika dilakukan komunikasi yang tepat.
Dalam beberapa kesempatan, kedua klub sudah menunjukkan itikad menjalin komunikasi, tetapi perbedaan pandangan dalam berbagai isu membuat hantaman rivalitas semakin tajam.
Laporta berharap dialog lebih intens dengan Real Madrid dapat membuka peluang memperbaiki hubungan dan fokus pada perkembangan sepak bola Spanyol secara keseluruhan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

