Mereka menyimpan bunga dan uang di gerbang kubah seiring dengan memasuki bulan Rajab.
Dalam pesan yang diterima pada wartabanjar.com, pihak keluarga ini menjaga marwah Kubah Abah Guru Sekumpul.
Bagi peziarah tetap bisa mendatangi kubah di area yang disediakan untuk membaca Surat Yasin.
“Info dari Guru Sulhan yang rumahnya dekat situ, ziarah kaya biasa masih boleh aja, untuk masuk ke dalam kubah untuk umum masih belum dibuka, kenapa diandaki (dipasang) baliho tulisan itu, karena yang ziarah banyak maandaki kembang dan duit di sekitaran pagar situ jadi panitia mungkin menjaga Marwah kubah,” tulisan yang tersebar via WhatsApp. (Wartabanjar.com/muhammad ahdianoor)
Editor Restu













