Anggaran yang tersedia, lanjutnya dimaksimalkan untuk masyarakat, beberapa kegiatan seperti perencanaan pembangunan gedung kantor, pembangunan rumah singgah serta kegiatan pembenahan fisik untuk sementara dicancel.
Terpisah, Ketua Komisi l DPRD Tabalong, H Akhmad Helmi menyampaikan anggaran di Dinsos dipangkas dari Rp 56,2 Miliar pada tahun 2025 menjadi Rp 39,4 Miliar pada tahun 2026 ini.
“Ada pemangkasan sekitar Rp 16,8 miliar. Ditambah penggabungan Dinsos dan Dinas Pemberdayaan Perempuan nantinya besar kemungkinan anggaran hanya cukup untuk 7 atau 8 bulan saja,” papar Helmi.
Komisi I menyebutkan, kegiatan Dinsos yang juga menjadi perhatian yakni tentang dibentuknya Desa Tangguh Bencana yang sudah terbentuk di 3 desa.
“Ini kami respon positif dan perlu ditingkatkan, karena Desa tangguh bencana ini ada gudang logistik dan ada peralatan terkait kebencanaan sehingga saat terjadi bencana mereka siap,” pungkas Helmi.(wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu







