WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto kembali menggelar retret kabinet kedua bagi jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dalam upaya menyamakan visi serta misi antarmenteri jelang tahun kerja baru pemerintahan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menilai langkah itu penting untuk memastikan koordinasi efektif serta meminimalisir ego sektoral kementerian dalam menjalankan program pemerintah.
Menurut Dede Yusuf, retret kabinet memiliki makna strategis seperti kegiatan militer yang kembali fokus dan menyamakan tujuan kerja jajaran pemerintahan Presiden Prabowo.
Ia menyatakan bahwa selain menyamakan visi, langkah itu menunjukkan keseriusan presiden dalam memastikan efektivitas pelaksanaan roda pemerintahan secara terpadu.
Retret juga menjadi momentum evaluasi kinerja kabinet setelah satu tahun pemerintahan berjalan sesuai harapan DPR dan fraksi pendukung pemerintah.
Anggota Komisi II DPR dari PKB, Indrajaya, menilai retret dapat memperkuat soliditas antarmenteri serta menyegarkan komitmen pelayanan publik oleh jajaran Kabinet Merah Putih.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan tujuan retret mencakup evaluasi menyeluruh terhadap program kerja pemerintah serta pengarahan Presiden kepada seluruh menteri dan wakilnya.
Menurutnya, kegiatan ini berbeda dari rapat kabinet biasa karena memberikan ruang diskusi lebih intensif bagi pimpinan kementerian dalam berbagai isu kebijakan.
Para pimpinan fraksi pendukung di DPR menyambut retret kabinet sebagai langkah positif untuk menguatkan komunikasi kebijakan dan meningkatkan kinerja kabinet ke depan.
Beberapa pihak berharap hasil retret akan tercermin dalam kinerja pemerintahan dan keberlanjutan program prioritas nasional sepanjang tahun 2026. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
