WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di Kecamatan Gambut tetap berlanjut, meski sempat mencuat isu mangkrak proyek tersebut.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, menegaskan pemilihan lokasi RS Tipe D di Gambut telah melalui kajian matang berdasarkan feasibility study (FS) sejak 2023 lalu.
Dari kajian tersebut, terdapat dua alternatif lokasi, yakni di Kecamatan Mataraman dan Kecamatan Gambut.
“Lokasi di Gambut dipilih karena berada di titik tengah tarikan pelayanan dari enam kecamatan, seperti Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Tatah Makmur, Sungai Tabuk, Sungai Lulut, hingga Kertak Hanyar,” jelasnya, Selasa (10/2/2026).
Terkait isu lahan, Noripansyah membenarkan bahwa tanah untuk pembangunan RS tersebut merupakan hibah dari mantan Ketua DPRD Kabupaten Banjar H. Rusli atau keluarganya.
”Hibah itu diperoleh setelah lokasi ditetapkan berdasarkan hasil kajian kebutuhan layanan kesehatan,” ungkapnya.
Untuk progres anggaran, Noripansyah menyebut pembayaran tahap pertama telah dilakukan sesuai dengan progres pekerjaan. Nilainya sekitar Rp8 miliar atau setara 75 persen dari total kontrak.
“Pembayaran dilakukan bertahap. Sisa anggaran masih kami tahan sambil menunggu kelanjutan pekerjaan. Jika tidak dilanjutkan, tentu akan ada langkah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.







