WARTABANJAR.COM, JAKARTA – FIFA menyatakan aturan offside baru yang mensyaratkan seluruh badan pemain di depan bek terakhir belum resmi berlaku.
Aturan itu masih dibahas bersama International Football Association Board sebelum dapat masuk ke kitab hukum permainan global.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan gagasan perubahan aturan itu muncul untuk mengurangi kontroversi keputusan offside tipis.
Menurutnya, pendekatan ini akan lebih jelas secara teknis sehingga meminimalkan perdebatan antara wasit dan tim lawan dalam situasi rapat.
Aturan baru dikenal sebagai Wenger Law karena diusulkan Arsène Wenger selaku Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA.
Dalam konsep aturan, penyerang hanya akan dinyatakan offside jika seluruh tubuhnya melewati garis bek terakhir secara utuh dan jelas.
FIFA menegaskan bahwa setiap perubahan masih harus mendapatkan persetujuan resmi IFAB sebagai otoritas Laws of the Game.
IFAB dijadwalkan mengadakan pertemuan tahunan pada 20 Januari 2026 untuk membahas potensi aturan baru tersebut secara menyeluruh.
Pembahasan ini diproyeksikan berlanjut hingga awal 2026 sebelum ada keputusan final tentang implementasinya di level kompetisi.
Tindak lanjut dari pertemuan IFAB akan menentukan apakah aturan bisa diterapkan mulai musim 2026–27 atau ditunda lagi. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

