“Nah, kasus-kasus seperti ini yang biasanya kita anggap menonjol. Jadi yang terkait juga sekarang rilisnya yang kita ungkap ya penghilangan nyawa. Satu sisi selaku Kapolres saya bersyukur karena sepengetahuan saya semua, ya, semua kasus pembunuhan, bahkan yang tadi malam juga mudah-mudahanlah bisa kita ungkap, yang sudah menyerahkan diri, semua kasus pembunuhan itu bisa kita ungkap dengan kerjasama semua pihak,” ujar AKBP Ricky Boy Siallagan.
Selain kasus kriminalitas, rilis ini juga memaparkan penurunan kasus narkoba sebanyak 21 perkara dibandingkan tahun lalu, dengan total barang bukti disita sebanyak 883,44 gram sabu dan 87 butir ekstasi.
Namun, angka kecelakaan lalu lintas justru menjadi catatan evaluasi karena naik 8 kejadian dengan kerugian materil mencapai Rp602.900.000.
“Penyebabnya yang pasti rumusnya begini kalau laka lantas itu. Kalau semua pihak menaati aturan, sangat kecil kemungkinan buat laka lantas, mungkin hampir tidak ada. Begitu ada yang melanggar, bukan berarti dia aktif ya, mungkin dia juga bisa pasif, melanggar laka lantas, sangat besar kemungkinan terjadi laka. Penyebabnya sebenarnya adalah pelanggaran aturan di jalan,” tegas Kapolres.
Di sisi lain, momen rilis akhir tahun ini juga menjadi ajang pengumuman prestasi. Di tengah dinamika kriminalitas yang ada, Polres Tanah Laut sukses menyabet penghargaan dari Kapolri atas kategori Unit Pelayanan Publik dengan Kategori Pelayanan Prima (A).






