Dua Kasus Pembunuhan Sadis Terjadi di Tanah Laut Sepanjang 2025

Selain kasus kriminalitas, rilis ini juga memaparkan penurunan kasus narkoba sebanyak 21 perkara dibandingkan tahun lalu, dengan total barang bukti disita sebanyak 883,44 gram sabu dan 87 butir ekstasi.

Namun, angka kecelakaan lalu lintas justru menjadi catatan evaluasi karena naik 8 kejadian dengan kerugian materil mencapai Rp602.900.000.

“Penyebabnya yang pasti rumusnya begini kalau laka lantas itu. Kalau semua pihak menaati aturan, sangat kecil kemungkinan buat laka lantas, mungkin hampir tidak ada. Begitu ada yang melanggar, bukan berarti dia aktif ya, mungkin dia juga bisa pasif, melanggar laka lantas, sangat besar kemungkinan terjadi laka. Penyebabnya sebenarnya adalah pelanggaran aturan di jalan,” tegas Kapolres.

Di sisi lain, momen rilis akhir tahun ini juga menjadi ajang pengumuman prestasi. Di tengah dinamika kriminalitas yang ada, Polres Tanah Laut sukses menyabet penghargaan dari Kapolri atas kategori Unit Pelayanan Publik dengan Kategori Pelayanan Prima (A).

Penghargaan juga diberikan kepada Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba atas dedikasi mereka dalam pengungkapan kasus-kasus yang menjadi perhatian luas masyarakat.

Menariknya, Kapolres juga menyentuh isu pemberantasan tambang ilegal di wilayah Kalimantan Selatan yang kini sedang dimatangkan strateginya.

“Terkait dengan pengungkapan perkara tambang ilegal, tentunya nanti kita akan ada agenda besar, cuma kita masih mengemasnya, merencanakannya dengan matang, bekerjasama dengan Polda dan seluruh Polres untuk menyelesaikan perkara ini,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Gazali)

Editor Restu