VIRAL! Sopir Ekspedisi Alat Medis Babak Belur Diduga Dikeroyok Pegawai SPBU di Poso, Beli Solar Rp200 Ribu Ditolak Tapi Jeriken Dilayani
WARTABANJAR.COM – Sebuah video viral di media sosial memicu kemarahan publik. Seorang sopir ekspedisi alat medis mengaku dianiaya hingga wajahnya berlumuran darah di SPBU Moengko, Kelurahan Moengko Baru, Kecamatan Poso Kota, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Peristiwa memilukan ini terjadi saat korban mempertanyakan kebijakan pengisian BBM di SPBU tersebut. Dalam pengakuannya, sopir meminta pengisian solar senilai Rp200 ribu karena tengah membawa muatan peralatan pelayanan kesehatan. Namun, permintaan itu tidak dilayani oleh petugas SPBU.
Ironisnya, pada saat yang sama, korban melihat pengisian BBM menggunakan jeriken tetap dilayani. Merasa ada perlakuan tidak adil, korban mencoba meminta penjelasan sambil merekam kejadian tersebut. Situasi justru memanas hingga korban mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh oknum pegawai SPBU.
Dalam video yang diunggah akun @terkinidotid, terlihat jelas kondisi wajah sopir yang penuh darah usai kejadian. Video tersebut langsung menyebar luas dan menuai gelombang kemarahan netizen.
Beragam komentar pedas pun membanjiri media sosial. Warganet mendesak agar kasus ini segera dilaporkan dan diusut tuntas, bahkan menandai sejumlah pihak terkait.
“Laporkan dan viralkan!”
“Kalau benar, samperin dan viralkan supaya hukum berlaku.”
“🔥 Polisi mana? No viral no justice! 🔥”
“Regulasi pengisian jeriken harus diperjelas, jangan rakyat terus yang dirugikan.”
Tak sedikit pula yang menyoroti lemahnya pengawasan dan regulasi pengisian BBM menggunakan jeriken, yang dinilai rawan disalahgunakan dan kerap menimbulkan konflik di lapangan.
Warganet juga ramai menyarankan korban melapor ke Call Center Pertamina 135, serta menandai akun @pertaminasulawesi dan sejumlah tokoh terkait agar kasus ini mendapat perhatian serius.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun aparat kepolisian setempat. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum agar kasus dugaan pengeroyokan ini tidak berakhir tanpa keadilan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad