Warga Banten Heboh Langit Senja Merah Menyala, ini Kata BMKG

Terkait fenomena ini, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Banten, Hartanto menjelaskan langit berwarna merah ini merupakan fenomena optik atmosfer yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh yang bersifat alami.

Hartanto menerangkan pembiasan cahaya matahari terjadi saat posisi matahari rendah atau menjelang terbenam.

BACA JUGA: 41 Rumah Rusak di Sungai Buluh HST Dihantam Puting Beliung

Cahaya matahari harus menempuh jarak lebih panjang melalui atmosfer bumi, sehingga hanya warna dengan gelombang panjang seperti merah dan jingga yang mampu menembus atmosfer dan tertangkap oleh mata kita.

Intensitas warna merah yang tampak pekat juga dipengaruhi konsentrasi uap air serta keberadaan partikel aerosol seperti debu atau polutan.

Kondisi hujan yang melanda wilayah Pandeglang ikut memperkuat pantulan warna merah pada awan.

“Warna merah yang tampak sangat pekat biasanya dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi uap air atau adanya partikel aerosol di udara,” ujar Hartanto.

Imbauan BMKG

Hartanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi spekulasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Fenomena tersebut tidak berbahaya dan tidak berkaitan langsung dengan potensi bencana.

Fenomena langit merah kerap muncul pada kondisi atmosfer tertentu saat senja dan umumnya tidak menimbulkan dampak negatif.

Peristiwa tersebut menjadi bagian dari dinamika alam meski tampil dramatis. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu