“Pencarian masih dioptimalkan, khususnya di Aceh yang mencakup enam kabupaten. Sementara di Sumatera Utara dilakukan di empat sektor dan di Sumatera Barat di lima sektor,” jelas Muhari.
Ia menambahkan, upaya pencarian di Aceh difokuskan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun di kawasan permukiman maupun area terdampak lainnya. Sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, pencarian difokuskan pada sektor-sektor prioritas.
Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat sebanyak 186 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor atau terseret arus banjir.
Adapun jumlah pengungsi hingga hari ini tercatat 510.528 jiwa, mengalami penurunan sekitar 16 ribu orang. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan hunian dan lingkungan sekitar.
“Beberapa titik pengungsian sudah mulai kosong karena warga berangsur kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan,” ujar Muhari.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil serta cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







