DARURAT ACEH! Bendera Putih Berkibar di Mana-mana, Warga Menjerit Minta Tolong Pascabanjir Bandang

WARTABANJAR.COM – Aceh memasuki fase paling kelam pascabencana. Puluhan bendera putih kini berkibar di sepanjang jalan nasional dan permukiman warga, menjadi simbol keputusasaan masyarakat yang merasa dibiarkan berjuang sendirian setelah banjir bandang dan longsor menghantam provinsi tersebut sejak akhir November 2025.

Pemandangan memilukan itu terlihat jelas di Kabupaten Aceh Tamiang. Sepanjang Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, kain putih dipasang berjajar di jalur vital yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan. Bukan sekadar kain, bendera putih itu adalah teriakan sunyi warga yang sudah kehabisan tenaga dan harapan.

Fenomena serupa meluas ke berbagai daerah: Aceh Timur, Kota Langsa, Pidie Jaya, Aceh Utara, hingga pedalaman Aceh Tengah di wilayah Gayo. Bahkan di Kota Sabang, ujung barat Indonesia, kabar pengibaran bendera putih juga mencuat. Satu pesan yang sama menggema: warga sudah berada di titik paling kritis.

Masyarakat menegaskan, aksi ini sama sekali bukan bermuatan politik. Ini adalah bentuk kepasrahan akibat kondisi hidup yang makin tak tertanggungkan.

“Bendera putih itu artinya kami sudah tidak sanggup lagi. Kami butuh bantuan,” kata Bahtiar, warga Peureulak, Aceh Timur.

Sejak bencana menerjang pada 26 November 2025, ribuan keluarga kehilangan rumah, pekerjaan, dan rasa aman. Tiga pekan berlalu, banyak pengungsi masih bertahan di tenda darurat dengan logistik yang kian menipis. Di beberapa lokasi, warga mulai mengalami kelaparan.