WARTABANJAR.COM, SYDNEY – Fakta baru yang mengejutkan terungkap dalam kasus penembakan brutal di Bondi Beach, Australia. Dua pelaku penyerangan yang menewaskan 16 orang saat perayaan Hanukkah, Sajid Akram dan putranya, Naveed Akram, diketahui sempat mengikuti pelatihan militer di Asia Tenggara hanya sebulan sebelum aksi berdarah tersebut.

Informasi ini dikonfirmasi oleh sejumlah sumber keamanan yang mengetahui langsung perkembangan penyelidikan. Keduanya disebut melakukan perjalanan ke Filipina pada awal November, lalu melanjutkan perjalanan ke wilayah selatan negara tersebut untuk mengikuti pelatihan bersifat militan.

Pengungkapan ini mencuat setelah media Australia, ABC, melaporkan bahwa Naveed Akram (24) memiliki relasi lama dengan jaringan ekstremis ISIS. Ia diketahui pernah berhubungan dengan sejumlah tokoh radikal, termasuk Wisam Haddad dan Youssef Uweinat, sosok yang telah divonis bersalah karena merekrut remaja untuk ISIS.

Meski demikian, Wisam Haddad melalui kuasa hukumnya membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan tidak memiliki pengetahuan ataupun keterlibatan apa pun dalam tragedi Bondi Beach.

Jejak Perjalanan ke Filipina Selatan

Menurut pejabat kontra-terorisme yang mendapat pengarahan khusus, Sajid dan Naveed Akram berangkat dari Australia menuju Manila pada awal November 2025. Dari ibu kota Filipina tersebut, keduanya melanjutkan perjalanan ke wilayah selatan Filipina yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan aktivitas kelompok militan.

Seorang pejabat senior kontra-terorisme, yang enggan disebutkan namanya, menyebut pelatihan yang diikuti keduanya bersifat militer. Usai menjalani aktivitas tersebut, ayah dan anak ini kembali ke Australia pada akhir November, hanya beberapa pekan sebelum melakukan serangan mematikan di Bondi Beach.

Wilayah selatan Filipina, khususnya Mindanao, memang telah lama menjadi sorotan internasional. Sejak awal 1990-an, kawasan ini dikenal sebagai salah satu basis pelatihan kelompok militan Islamis, menyusul runtuhnya kamp-kamp pelatihan di kawasan perbatasan Pakistan–Afghanistan.

Namun hingga kini, aparat keamanan belum mengungkap secara rinci lokasi pasti dan aktivitas detail Sajid serta Naveed selama berada di Filipina selatan.

Pernah Masuk Radar Intelijen Australia