Lebih lanjut Elma menyampaikan, secara umum kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Banjar tergolong cukup baik, namun masih menghadapi tantangan berupa topografi wilayah yang beragam serta keterbatasan cakupan layanan di sejumlah kawasan.

"Ke depan pengelolaan sampah akan diarahkan berbasis sumber, sehingga pengurangan dan penanganan dilakukan sejak dari rumah tangga. Hanya residunya saja yang dibawa ke TPA," terangnya.

Rencananya, RIPS Kabupaten Banjar ditargetkan rampung pada tahun ini dan mulai diimplementasikan pada 2026, dengan rencana aksi jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai panduan peningkatan pengelolaan sampah secara bertahap. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu