Kisah Heroik Ahmed El Ahmed, Lucuti Senjata Penembak Brutal di Bondi Beach, Meski Rela Ditembak 5 Kali

Ahmed diketahui merupakan ayah dari dua anak perempuan berusia tiga dan enam tahun. Keluarga menyebut ia adalah pribadi yang akan menolong siapa pun tanpa memandang latar belakang.

“Dia tidak memikirkan siapa yang dia selamatkan. Dia tidak membeda-bedakan kewarganegaraan atau keyakinan. Di Australia, semua orang setara,” ujar Mohamed.

Dalam peristiwa tersebut, korban berusia antara 10 hingga 87 tahun. Sebanyak 42 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi bervariasi, dari stabil hingga kritis.

Salah satu pelaku, Naveed, kini dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan polisi setelah terlibat baku tembak dengan aparat yang menewaskan ayahnya. Dalam konferensi pers, Senin (15/12/2025), Komisaris Polisi Mal Lanyon menyatakan Naveed kemungkinan akan menghadapi tuntutan pidana.

Ia menegaskan, banyak nyawa terselamatkan berkat keberanian warga.

“Kita melihat dengan jelas keberanian petugas dan warga yang bertindak cepat. Situasinya sangat kacau dan menakutkan, bahkan bagi petugas terlatih,” ujarnya.

Saat ini, keluarga Ahmed masih menunggu tim dokter untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahu, beberapa di antaranya diduga menembus hingga tulang.

Karena keterbatasan usia dan kondisi, orang tua Ahmed meminta bantuan Pemerintah Australia agar dua saudara laki-laki Ahmed—masing-masing dari Jerman dan Rusia—dapat datang membantu proses pemulihan.

“Dia membutuhkan bantuan sekarang karena kondisinya membuatnya seperti penyandang disabilitas,” kata sang ibu.

Sementara itu, penggalangan dana atas nama Ahmed El Ahmed telah mengumpulkan 550.000 dolar AS (sekitar Rp 9,16 miliar) hanya dalam waktu 12 jam. Aksi donasi ini turut dipromosikan oleh investor ternama Bill Ackman melalui media sosialnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad