Wayang Kulit Banjar di Tala, Antara Tontonan dan Amanat Pelestarian

“Wayang Kulit Banjar bukan hanya tontonan, tetapi merupakan sarana pendidikan karakter yang menyampaikan nilai-nilai kehidupan dengan bahasa seni yang halus dan mudah diterima oleh siapa saja,” kata Iwan Persada saat membacakan sambutan Bupati.

Melalui kesempatan tersebut, Pemkab Tanah Laut menegaskan kembali posisinya sebagai pendukung utama dalam upaya pelestarian warisan budaya lokal, yang mencakup tidak hanya Wayang Kulit Banjar, tetapi juga bentuk seni lain seperti Madihin, Kuntau, Hadrah, dan seluruh kekayaan seni tradisi.

Pemerintah juga memberikan apresiasi khusus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras menyukseskan perhelatan budaya ini.

Atmosfer pagelaran Wayang Kulit Banjar pada malam itu terasa begitu hidup dan penuh semangat. Para audiens terlihat tenggelam dalam alur cerita yang disajikan dan hanyut dalam irama gamelan Banjar yang menjadi penopang utama lakon.

Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan ruang yang berkelanjutan bagi seniman-seniman lokal untuk terus berkreasi, sekaligus berfungsi sebagai media penting untuk memperkenalkan dan mewariskan kekayaan budaya Banua kepada generasi penerus. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor Restu