Dari Lari Balok hingga Sepeda Ontel, Festival KORMI Meriahkan HUT ke-66 HST
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Riuh tepuk tangan, sorak sorai penonton, dan tawa peserta pecah silih berganti di halaman Kantor Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (13/12/2025).
Sejak pagi, warga dari berbagai usia tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan Festival Olahraga KORMI HST Menyala Tahun 2025 yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-66 Kabupaten HST.
Berbagai lomba digelar silih berganti. Lomba lari balok menjadi salah satu yang paling menyedot perhatian.
Setiap tim terdiri dari tiga peserta yang harus bergantian berlari menuju garis finis secepat mungkin. Setiap pergantian pelari disambut teriakan penyemangat, membuat suasana semakin panas dan kompetitif.
Tak kalah seru, lomba sepeda lambat ontel justru menantang peserta untuk mengayuh selambat-lambatnya tanpa terjatuh. Adegan peserta yang nyaris kehilangan keseimbangan memancing gelak tawa penonton, menjadikan lomba ini sebagai salah satu hiburan paling dinanti.
Keseruan juga terasa pada lomba bahadang dan balogo yang sarat nilai tradisi, sementara lomba ketapel menuntut ketenangan, fokus, dan ketepatan bidikan. Setiap cabang lomba bukan hanya menguji keterampilan, tetapi juga menghidupkan kembali permainan rakyat yang mulai jarang ditemui.
Di sela-sela kemeriahan lomba, salah satu peserta lari balok, Nada Fauzanah dari MAN 1 HST, mengaku antusias mengikuti festival tersebut.
“Rasanya sangat bahagia. Awalnya grogi, tapi ternyata hasilnya sangat memuaskan. Selain seru, kegiatan ini juga ikut meramaikan olahraga tradisional dan membantu mengembangkan budaya di sekitar kita,” tuturnya.
Di tengah semarak festival, kegiatan ini sebelumnya secara resmi dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahruli.
Dalam sambutannya, Syahruli menegaskan bahwa Festival Olahraga KORMI memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi.
Menurut Syahruli, olahraga rekreasi menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan budaya hidup sehat, mempererat hubungan sosial, sekaligus melestarikan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari identitas daerah.