“Saatnya meninggalkan pola pikir aman dan repetitif. Kita dorong seluruh ASN untuk berani mengambil langkah kreatif, solutif, dan memberi dampak nyata,” tegas Yudi.
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nasrullah Shadiq, menyampaikan bahwa 54 inovasi yang diluncurkan kali ini merupakan hasil rangkaian Laboratorium Inovasi yaitu Drum Up, Diagnose, dan Design, yang digelar pada Mei lalu.
“Inovasi yang mengikuti launching terdiri dari 32 inovasi perangkat daerah, 4 dari kecamatan, 7 dari puskesmas, dan 10 inovasi masyarakat,” paparnya.
Nasrullah berharap rangkaian inovasi tersebut dapat mendongkrak posisi Kabupaten Banjar dalam Innovative Government Award (IGA) Kemendagri.
“Jika berhasil masuk kategori sangat inovatif, daerah berpeluang mendapat tambahan dana insentif untuk memperkuat layanan publik,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Advokasi dan Pengembangan Kinerja Kebijakan LAN RI, Seno Hartono, memuji konsistensi Pemkab Banjar yang terus menjalankan Laboratorium Inovasi secara penuh hingga tahap launching.
Menurutnya, keberhasilan inovasi daerah bertumpu pada kolaborasi enam unsur dalam konsep hexahelix yaitu pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, media, serta organisasi nonpemerintah.
“Kami melihat Banjar memiliki komitmen kuat. Laboratorium inovasi ini bukan hanya menghasilkan produk, tetapi meningkatkan kemampuan ASN memahami bagaimana inovasi administrasi negara dijalankan. Inilah yang membangun ekosistem inovasi di tingkat kabupaten,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







