WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Endipat Wijaya, anggota Komisi I DPR, telah menghubungi dan meminta maaf kepada Ferry Irwandi atas pernyataannya yang menyebut relawan “sok paling di Aceh, di Sumatra” saat menyinggung donasi Rp 10 miliar untuk korban bencana.
Permintaan maaf datang setelah pernyataan tersebut menuai kritik keras dari publik dan relawan atas kesan meremehkan aksi kemanusiaan.
Endipat menyatakan bahwa maksudnya bukan menyudutkan relawan, melainkan menyoroti kurangnya publikasi dari pemerintah terhadap penanganan bencana agar bantuan resmi tidak kalah “viral” dari bantuan individu.
Pada komunikasi langsung dengan Ferry, ia menjelaskan bahwa komentarnya bersifat umum dan meminta maaf jika dianggap menyinggung.
Ferry Irwandi menyatakan menerima permintaan maaf tersebut, dan menegaskan dirinya tidak merasa marah atau tersinggung. 
Ia menambahkan bahwa fokus utama tetap pada bantuan kepada korban, serta pada kebutuhan lapangan yang terus berjalan. 







