Peringatan Tsunami 3 Meter di Jepang, ini Dampak Bagi Indonesia

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault),” jelas Daryono dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (9/12/2025).

“Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia,” tambahnya.

BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

“BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempa bumi ini dan segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat,” ucapnya.

“Hingga 08 Desember 2025 pukul 21.50 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan terdapat satu gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,5,” tandas Daryono. (Wartabanjar.com/rilis)

Editor Restu