WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Gelombang protes terhadap Israel sebagai imbas dari aksi genosida Zionis di Palestina makin kencang, bahkan kini merambah di berbagai bidang, di antaranya di hiburan.
Belum lama ini, sejumlah negara menarik diri dari kontes menyanyi Tingkat dunia, Eurovision setelah partisipasi Israel disetujui melalui voting Uni Penyiaran Eropa (EBU) pada 4 Desember 2025 lalu.
Sejumlah negara tersebut adalah Irlandia, Spanyol, Slovenia, dan Belanda.
Para penentang keikutsertaan Israel ini mengkritik keras operasi militer di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan infrastruktur sipil seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan dapur umum.
Sejumlah pakar, termasuk yang ditunjuk badan PBB, menilai bahwa serangan Israel tersebut melampaui ambang batas tindakan genosida.
“Partisipasi dalam kondisi saat ini tidak sesuai dengan nilai-nilai publik yang esensial bagi kami,” kata stasiun penyiaran Belanda, Avrotros, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (7/12/2025).
Penyiar AVROTROS menyatakan bahwa keikutsertaan Israel “tidak lagi sejalan dengan tanggung jawab kami sebagai lembaga penyiaran publik.”
Stasiun penyiaran Spanyol, RTVE, juga menambahkan bahwa Dewan Direksi RTVE sepakat pada September lalu Spanyol akan mundur dari Eurovision jika Israel menjadi pesertanya.
BACA JUGA: Gempa Tanah Laut Getarkan Banjarbaru Hingga Banjarmasin, Begini Hasil Analisa BMKG
Sekretaris Jenderal penyiar publik Spanyol RTVE, Alfonso Morales, dalam pernyataan resminya menyebut bahwa situasi di Gaza, meski ada gencatan senjata dan proses perdamaian, serta penggunaan ajang tersebut untuk kepentingan politik oleh Israel, membuat Eurovision kian sulit dipertahankan sebagai acara budaya yang netral.

