Gubernur Kalsel Minta Evaluasi Menyeluruh Kegiatan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, ini Alasannya

“Mudah-mudahan kegiatan keagamaan di Sabilal Muhtadin semakin semarak sehingga syiar keagamaannya terlihat dari luar. Ini menegaskan bahwa Kalimantan Selatan benar-benar daerah yang religi,” ujarnya.

Gubernur berharap rapat kerja ini mampu menghasilkan keputusan strategis yang berdampak positif bagi pengelolaan masjid, serta dapat dijalankan secara terukur pada 2026.

“Tidak perlu inovasi yang terlalu muluk-muluk. Yang penting pelayanan jamaah tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia juga mendorong peningkatan kompetensi pengurus, terutama kemampuan dalam digitalisasi sebagai bagian dari adaptasi terhadap era transformasi digital.

Dalam kesempatan itu, Fahrurazi juga menyampaikan sejumlah rencana perbaikan infrastruktur yang akan menjadi perhatian pada 2026. Setelah tahun 2025 dilakukan pemasangan sistem pumping, beberapa fasilitas lain akan ditingkatkan, di antaranya:

  • Perbaikan kubah masjid
  • Pembenahan plafon yang mengalami kebocoran
  • Perbaikan tempat duduk jamaah
  • Renovasi toilet dan tempat wudhu

Fasilitas toilet dan tempat wudhu dianggap sangat penting karena menjadi salah satu indikator kebersihan, kerapian, serta kenyamanan jamaah, terutama mereka yang datang dari luar daerah.

“Toilet dan tempat wudhu akan menjadi perhatian khusus. Kebersihan dan keindahannya harus terus diperhatikan,” ucapnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)

Editor Restu