Ia mengatakan upaya ini sudah menjadi rutinitas setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Menurutnya, jika dibiarkan, air bisa masuk ke pekarangan bahkan ke dalam rumah warga.
“Kalau kami tidak bergerak, air bisa makin tinggi. Ini sudah pengalaman bertahun-tahun,” ujar Hidayat.
Hidayat menyebut mesin pompa yang digunakan merupakan bantuan dari pihak kelurahan, namun pengoperasiannya dilakukan sepenuhnya oleh warga.
“Tidak ada petugas khusus, semua dikerjakan secara gotong royong,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







