Berbeda dengan PBB, tren penerimaan BPHTB menunjukkan kondisi stagnan dan cenderung menurun.
“Penyebab utamanya adalah kebijakan pusat yang memberikan pembebasan BPHTB untuk MBR serta proyek strategis nasional yang menerapkan tarif BPHTB 0 persen,” terang Safaruddin.
BACA JUGA: Gempa Tanah Laut Getarkan Banjarbaru Hingga Banjarmasin, Begini Hasil Analisa BMKG
Meski begitu, program diskon PBB yang sempat diterapkan Pemerintah Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu juga dinilai berdampak positif terhadap peningkatan realisasi tahun ini.
“Diskon PBB mampu menarik wajib pajak untuk membayar piutang mereka. Itu sangat memengaruhi naiknya realisasi PBB dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pihaknya akan terus mengoptimalkan pelayanan dan edukasi agar tingkat kepatuhan wajib pajak di Banjarbaru semakin meningkat ke depannya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







