Sebelumnya, pada 2009 juga pernah terjadi di Sydney, mengakibatkan ratusan orang mengalami masalah pernapasan dan penerbangan harus dihentikan.
Kemudian pada 21 November 2018, peristiwa serupa juga kembali melanda Australia.
Mengutip berbagai sumber, kala itu badai debu sepanjang 500 km melanda bagian tenggara, menyebabkan warna langit berubah menjadi jingga.
Lantaran berbahaya, pihak berwenang mengeluarkan peringatan kesehatan kepada masyarakat terkait dengan peristiwa badai debu tersebut.
Ini karena kualitas udara semakin memburuk dan meningkatkan kekhawatiran terhadap masalah pernapasan.
Menurut Biro Meteorologi Australia saat itu, badai dipicu oleh angin kencang yang membawa tanah kering, diperparah dengan musim kemarau yang melanda New South Wales sejak Agustus lalu dan sejumlah penerbangan juga harus ditunda.
(wartabanjar.com/yayu/berbagai sumber)
Editor: yayu







