WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Video yang menunjukkan dugaan Ulsan HD ketika dilatih Shin Tae-yong viral di media sosial, memicu tuntutan klarifikasi setelah seorang pemain Jung Seung-hyun mengaku menjadi korban tamparan. Tuduhan ini muncul tidak lama setelah pelatih asal Korea Selatan tersebut mundur dari kursi pelatih klub.
Dalam pernyataannya, Jung menyebut tindakan itu sebagai bentuk pelecehan fisik yang tidak dapat dibenarkan dan menyatakan bahwa keluarganya sangat terguncang setelah video tersebut tersebar.
Kasus ini memancing reaksi keras di kalangan komunitas sepakbola Korea Selatan beberapa pihak mempertanyakan etika pelatih dan menuntut sanksi tegas jika tuduhan terbukti benar.
Shin Tae-yong sendiri telah menyatakan kesiapannya pensiun dari dunia pelatihan jika terbukti melakukan kekerasan terhadap pemain. Pernyataan itu ia sampaikan setelah isu mencuat ke publik.
Sementara federasi dan manajemen klub Ulsan HD belum mengumumkan hasil investigasi resmi termasuk apakah pelatih akan diperiksa atau diberi hukuman sehingga status hukum dari dugaan kekerasan ini masih abu-abu.







