Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyampaikan penyebabnya karena warga tidak bisa mengakses bahan pangan.
“Akibatnya, pasokan pangan tidak dapat diakses masyarakat selama kurang lebih tiga hari, memicu kondisi darurat kebutuhan pangan di wilayah Sibolga dan Tapteng,” ujarnya.
Sebelum penjarahan terjadi, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Sibolga telah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk memastikan upaya pengamanan fasilitas Gudang Bulog Sarudik.
“Saat itu, personel dari Polsek dan Koramil setempat telah ditempatkan di area kompleks Gudang Sarudik. Namun fokus aparat saat itu lebih diprioritaskan pada penanganan korban dan penanggulangan pascabencana,” ujarnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor Restu






