WARTABANJAR.COM, MEDAN – Di tengah bencana besar yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, sebuah aksi kemanusiaan menyentuh hati publik. Warga terlihat menyelamatkan hewan peliharaan yang terjebak banjir, memperlihatkan bahwa kepedulian tidak pernah padam bahkan dalam situasi paling genting.
Banjir dan longsor yang menerjang lebih dari 42 kabupaten/kota telah merusak ratusan rumah, memutus akses jalan dan jembatan, serta memaksa ribuan warga mengungsi. Suasana darurat masih terasa kuat seiring hujan ekstrem yang belum mereda.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, melaporkan update terbaru hingga Sabtu (29/11). Total 174 orang meninggal dunia, 79 orang masih hilang, dan 12 orang mengalami luka-luka. Proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung namun terkendala kondisi tanah yang labil serta cuaca yang terus memburuk.
Di tengah duka besar ini, aksi penyelamatan hewan menjadi secercah cahaya kemanusiaan. Banyak hewan peliharaan dan ternak turut terdampak, terpisah dari pemiliknya atau terjebak di lokasi yang sulit dijangkau. Warga berinisiatif melakukan evakuasi darurat, membuktikan bahwa dalam bencana sebesar apa pun, nilai empati dan kepedulian tetap hidup.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki nyawa yang sama berharganya—dan bahwa kemanusiaan bukan hanya tentang menjaga manusia, tetapi juga menjaga seluruh ciptaan Tuhan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad

