Kemen PPPA dan KORPRI Bersinergi Lindungi Hak Kesehatan Perempuan Indonesia

”Kesehatan 5,5 juta ASN dan keluarganya adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga. Pelaksanaan kegiatan hari ini dihadiri oleh 150 ASN dari berbagai kementerian/lembaga dan akan dilanjutkan ke berbagai daerah hingga Februari 2026 mendatang,” ungkap Zudan.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN merupakan upaya memberikan aset dan perlindungan bagi masa depan perempuan dan anak Indonesia.

“Jika 90% perempuan dan anak di bawah 15 tahun mendapatkan vaksin HPV, maka pada tahun 2030 kita dapat mengeliminasi atau menurunkan angka kanker serviks hingga mendekati nol di Indonesia. ASN yang sehat adalah aset negara yang akan bekerja lebih profesional dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Dante.

Dalam sesi Stadium General, Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar menyampaikan langkah pencegahan kematian akibat kanker serviks dapat ditempuh melalui 3 langkah, yaitu pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan.

”Kanker serviks adalah penyumbang terbesar dalam angka kanker yang menyerang wanita. Jika terlambat dideteksi, risiko kematian dapat mencapai lebih dari 60%. Pencegahan menjadi langkah utama dan vaksinasi adalah satu-satunya cara. Vaksin HPV telah disahkan BPOM RI setelah melewati 3 tahap uji klinis untuk memastikan dosis dan keamannya,” pungkas Taruna. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar