WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Desa Banua Budi akhirnya angkat bicara terkait isu bantuan sosial (bansos) berupa pangan yang disebut-sebut memicu aksi pembacokan terhadap seorang aparat desa pada Rabu (26/11/2025).
Pambakal Banua Budi, Sahruji, menegaskan bahwa pelaku penganiayaan tidak terdaftar sebagai penerima bansos resmi. Namun, pihak desa sempat memberikan bantuan karena ada warga lain yang tidak mengambil jatahnya.
“Pelaku ini memang tidak ada namanya sebagai penerima bantuan. Ada warga yang tidak mengambil bantuannya, maka atas inisiatif kami, bantuan itu kami serahkan kepada pelaku,” jelas Sahruji kepada wartabanjar.com.
Baca Juga Massa Aksi Duduki Ruang Paripurna, DPRD Kalsel Akhirnya Buka Pintu untuk Dialog!
Menurutnya, bantuan yang diberikan berupa 1 karung beras 10 kilogram dan 1 liter minyak goreng, yang diambil pelaku bersama istrinya di kantor desa.
Namun, kejadian janggal terjadi pada sore harinya.







