“Sekitar jam 15.00 WITA, pelaku datang sendirian ke kantor desa mengembalikan bantuan itu tanpa memberikan keterangan yang jelas, lalu langsung pulang,” ungkap sahruji .
Sahruji berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi keliru terkait penyaluran bantuan sosial di desa mereka.
“Ini informasi yang bisa kami sampaikan. Jangan sampai berkembang isu yang tidak benar,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan wartabanjar.com di RSUD H. Damanhuri Barabai, korban masih menjalani penanganan medis intensif, didampingi keluarga dan aparat desa setempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai motif pasti pelaku melakukan penyerangan menggunakan parang. Kasus ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres HST. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







