“Bantuannya berbeda, yang tidak ada di APBD, ada di APBN. Kita saling mengisi agar bantuan tidak overlap, tidak double,” jelasnya.
Terkait kesiapan menghadapi potensi bencana, Achmadi menegaskan bahwa seluruh personel hingga peralatan telah dipersiapkan.
“Secara prinsip kami siap. Semua peralatan, personil, hingga bahan logistik juga siap. Karena bencana datang tanpa bisa diprediksi,” ucapnya.
Penguatan logistik pun dilakukan di dua titik utama, yakni lumbung sosial di desa atau kecamatan dan gudang logistik di Dinas Sosial.
BACA JUGA: Usut Dugaan Korupsi, Kejari Banjarmasin Geledah Kantor Disdik 4,5 Jam
“Apabila stok berkurang tentu akan kami isi. Yang penting Dinas Sosial Kabupaten/Kota rutin menyampaikan laporan penggunaan barang dan pertanggungjawaban,” tambahnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa ada kegiatan-kegiatan tertentu yang tetap harus disiapkan oleh kabupaten/kota melalui anggaran masing-masing.
“Ada kegiatan yang memang menjadi tanggung jawab mereka melalui APBD Kabupaten, berbeda dengan yang kami siapkan di Provinsi maupun di pusat,” tutup Achmadi. (wartabanjar.com/mckalsel)
Editor: Yayu







