Bupati juga mengingatkan bahwa tahun anggaran 2026 diperkirakan akan penuh tantangan. Penurunan pendapatan daerah serta berkurangnya dana transfer pusat akibat kebijakan efisiensi nasional membuat ruang fiskal semakin sempit.
“Kita harus lebih selektif menentukan program, lebih optimal menggali PAD, dan disiplin dalam efisiensi belanja,” tegasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa semangat pembangunan tidak boleh surut. Krisis fiskal justru harus menjadi pemicu kolaborasi, inovasi, dan kekompakan yang lebih solid.
Di akhir sambutannya, Bupati Rahmat mengajak seluruh unsur DPRD, SKPD, dan stakeholder untuk bersama-sama memastikan kekayaan alam Tanah Laut kembali dirasakan oleh masyarakat.
“Puluhan tahun Tala menyumbang hasil bumi melimpah. Namun apakah masyarakat sudah benar-benar sejahtera? Itu tugas kita: memastikan hasil daerah kembali kepada rakyat,” ujarnya.
Rapat paripurna ini menegaskan pesan besar: persatuan adalah fondasi utama untuk menghadapi tekanan fiskal sekaligus mengakselerasi pembangunan di Tanah Laut.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad







