Menurutnya pengalaman pertama ini begitu berkesan karena bisa tampil di kejuaraan dunia beradu dengan teknisi dari berbagai negara.
“Saya memperoleh banyak experience bernilai tinggi yang nantinya sesuai buat diterapkan dalam pekerjaan saya di dealer Yamaha. Juga tentunya konsisten memberikan layanan terbaik buat konsumen,” beber Robet B Simanullang, yang dijuluki “Shine Slayer for Indonesia,” tandasnya.
WTGP merupakan puncak dari program pelatihan Yamaha Technical Academy (YTA), yaitu program global untuk meningkatkan keahlian teknisi di seluruh dealer Yamaha.
Melalui program ini, Yamaha membuktikan komitmennya dalam memberikan layanan purnajual terbaik. Tujuan utama penyelenggaraan WTGP adalah untuk meningkatkan mutu layanan dan keterampilan teknisi, agar teknisi mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan di seluruh dunia.
Berikur catatan keikutsertaan Yamaha Indonesia di WTGP, deretan teknisi meraih pencapaian cemerlang yakni :
- Dewa Putu Gunawirawan (Bali) : Juara 1 tahun 2007
- Djarot Imam Kristanto (Solo) : Juara 2 tahun 2007
- Sukrisna Beni (Yogyakarta) : Juara 2 tahun 2012
- Asep Sumpena (Bandung) : Juara 3 tahun 2014
- Ardhi Sulistyo (Jember) : Juara 2 tahun 2018
- Robet B Simanullang (Sumatera Utara) : Juara 3 tahun 2025
Selanjutnya, Yamaha akan mengadakan seremoni kemenangan Robet B Simanullang di World Technician Grand Prix 2025.
Sekaligus penyambutan Robet kembali ke Indonesia untuk berbagi cerita keseruan dirinya jadi bagian dari kompetisi dunia tersebut hingga menjadi pemenang ke-3.
(Wartabanjar.com/rilis)
Editor Restu







