Selain pengalaman di Indonesia, Perez juga pernah bekerja bersama klub asal Spanyol CP Villarrobledo, baik sebagai pelatih kepala maupun koordinator tim junior.
Filosofinya, menekankan pengembangan pemain yang agresif dalam transisi dan efisien dalam penguasaan bola.
Persebaya, menunjuk coach Edu pada 3 Juni 2025 sebagai bagian dari restrukturisasi teknis tim menghadapi musim BRI Super League 2025/2026.
Sepanjang masa kepelatihannya, ia memimpin tim dalam 11 pertandingan resmi. Dalam periode tersebut, Persebaya mencatat empat kemenangan, empat hasil imbang dan tiga kekalahan.
Salah satu kemenangan terbesar diraih saat menundukkan Bali United dengan skor 5-2, yang menurut coach Edu merupakan hasil dari soliditas kolektif pemain.
Di sisi lain, pelatih berusia 49 tahun itu, menyebut kekalahan dari Persija Jakarta dengan skor 1-3 terjadi karena detail kecil dalam permainan, khususnya situasi bola mati dan satu peluang tunggal yang tidak mampu diantisipasi pemain.
Pada beberapa pertandingan lain, ia menekankan pentingnya kedalaman skuad ketika sejumlah pemain kunci absen.
Di tengah dinamika performa tim, ia tetap menilai Persebaya memiliki fondasi kuat untuk berkembang, meski hasil belum maksimal pada sejumlah pekan awal liga.
Persebaya memastikan akan bertindak profesional dalam proses pencarian pelatih baru dan menyampaikan pengumuman setelah seluruh proses administratif diselesaikan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar






