Inara Rusli Resmi Dilaporkan Atas Dugaan Perselingkuhan, Istri Sah Ungkap ini

Mawa mengaku dulu ia percaya bahwa seseorang yang pernah terluka akan berusaha keras untuk tidak menyakiti orang lain.

Namun kenyataan yang ia alami justru sebaliknya, ada orang yang pernah menjadi korban, tetapi tetap mampu melukai hati orang lain tanpa rasa bersalah.

”Aku dulu selalu percaya, orang yang pernah terluka pasti bakal lebih hati-hati dalam memperlakukan hati orang lain. Aku pikir, rasa sakit itu akan ngajarin kita buat jadi lebih lembut, lebih peka, lebih manusiawi. Tapi ternyata nggak semua orang bisa begitu,” tulis dia.

Lebih lanjut dalam unggahannya itu, Wardatina juga menyinggung bahwa luka seharusnya menjadi pelajaran untuk tidak membuat orang lain merasakan hal serupa.

”Ada yang lukanya justru dijadikan alasan untuk membenarkan sikapnya. “Dulu aku pernah disakitin,” katanya… seolah kalimat itu otomatis bikin semua perilakunya bisa dimaklumi, seolah itu cukup kuat buat menutupi cara dia melukai orang lain.

Padahal luka itu harusnya jadi tempat belajar, bukan tempat bersembunyi. Harusnya bikin kita ngerti betapa nggak enaknya diperlakukan sembarangan. Harusnya bikin kita lebih menghargai perasaan orang lain, bukan malah nambahin luka baru ke hati yang lagi berusaha bertahan,” tulis dia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor Restu