Ia menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi dipicu oleh hambatan suplai jalur laut.
“Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah melakukan normalisasi dan build-up stock bertahap. Kami juga menambah jam operasional di terminal BBM agar penyaluran dapat dipercepat dan berjalan optimal,” kata Edi, Rabu (19/11/2025).
Pertamina memastikan upaya percepatan terus dilakukan untuk menjaga pelayanan di SPBU, meski kondisi lapangan masih sangat dinamis dan pasokan belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat.
Kenaikan harga di pengecer yang semakin “liar”, stok yang kosong total, dan ketidakpastian suplai membuat masyarakat cemas. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, sejumlah sektor diperkirakan terganggu, mulai dari aktivitas harian, distribusi barang, hingga pelayanan publik. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu

