Niat untuk melakukan renovasi sebenarnya ada, namun terhalang keterbatasan biaya.
“Karena keluarga kurang mampu, jadi belum bisa direnovasi. Kalau air pasang datang, rumah juga sering kemasukan air,” jelas Bakran.
Pemilik rumah, Khairullah, juga membenarkan tanda-tanda kerusakan semakin terasa terutama saat terjadi gelombang pasang.
“Waktu malam sempat terdengar bunyi karena pasang naik. Rumah bergoyang,” tuturnya.
Rumah tersebut akhirnya runtuh sekitar pukul 09.30 WITA. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena seluruh penghuni telah mengungsi ke rumah sewa di sebelahnya. Sebagian barang berhasil diselamatkan, meski beberapa lainnya terpaksa dibiarkan tertimbun reruntuhan.
“Dulu ada empat orang tinggal di sana: saya, dua saudara, dan ibu. Sekarang sementara tinggal di rumah sewa,” ujar Khairullah.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad







