WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Peristiwa berdarah terjadi di desa Puain Kiwa Kecamatan Tanjung pada Minggu (16/11/2025) malam.
Seorang pria berinisial MH (43), dibacok adik kandungnya sendiri, IR (33), menggunakan sebilah parang karena diduga sang kakak depresi akibat ditinggal istrinya.
Insiden yang nyaris merenggut nyawa tersebut, berdasarkan penjelasan Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Joko Sutrisno, berawal dari kejiwaan sang kakak (MH) yang labil setelah konflik rumah tangganya berakhir buruk.
Diketahui keduanya masih tinggal serumah bersama kedua orang tua mereka.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga mengalami depresi setelah ditinggal pergi oleh istrinya. Kondisi ini membuat emosi korban tidak stabil dan sering memicu keributan, baik dengan keluarga maupun orangtuanya,” jelas Joko Sutrisno, Selasa (18/11/2025).
Puncaknya terjadi ketika MH, dalam keadaan emosi yang tak terkendali tiba-tiba mengamuk dan mendobrak masuk ke kamar adiknya menggenggam sebuah linggis, namun ternyata sang adik sudah bersiap dengan sebilah parang sebagai bentuk antisipasi dan menjaga diri bila terjadi sesuatu.
BACA JUGA: Diduga Korban Penganiayaan, Seorang Pria Tewas dengan Luka di Kepala
Benar saja, melihat kakaknya masuk kamar dengan sebilah linggis di tangan, adiknya yang sadar akan ada bahaya secara spontan langsung bangkit dan menebas kakak kandungnya berulangkali hingga korban roboh bersimbah darah.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD H. Badaruddin Kasim Maburai untuk mendapatkan perawatan intensif.

