WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Kondisi lantai dua Pasar Raya Bauntung Tanjung saat ini terlihat memprihatinkan. Area yang sebelumnya ramai aktivitas jual beli, kini tampak sepi dan banyak ditinggalkan pedagang.

Lantai dua pasar terlihat sepi karena disebabkan minimnya jumlah pembeli yang naik ke atas. Banyak pengunjung pasar mengaku malas untuk menuju lantai dua, sehingga aktivitas perdagangan di kawasan itu semakin lesu.

Selain faktor akses, maraknya perdagangan online juga dinilai menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya pembeli.

Baca Juga Jadwal Laga Perdana Barito Putera di Stadion 17 Mei, Lawan Persiku Kudus

H Sofyan, salah satu pedagang mainan yang juga menyewakan mobil-mobilan anak di lantai dua Pasar Bauntung, mengaku sudah lama merasakan dampak sepinya pengunjung.

“Dalam sehari belum tentu ada yang naik dan membeli atau menyewa mainan kami,” keluh Sofyan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi agar aktivitas perdagangan di lantai dua pasar kembali hidup.

Menurutnya, persaingan dengan penjualan online memang tidak bisa dihindari, karena pembeli kini lebih memilih berbelanja dari rumah dengan harga yang dinilai lebih bersaing.

“Jangankan di atas sini, di bawah saja sekarang pembelinya juga sudah sangat jauh berkurang,” tambahnya.

Dari pantauan wartabanjar.com di lokasi, sejumlah ruko di lantai dua Pasar Raya Bauntung tampak kosong dan ditinggal pemiliknya.

Beberapa kios terlihat berdebu, bahkan sebagian rolling door tampak rusak. Kondisi tersebut membuat kawasan lantai dua pasar terkesan seperti bangunan tua yang kurang terurus.

Para pedagang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik melalui penataan ulang pasar, peningkatan akses ke lantai dua yang mampu menarik kembali minat pembeli untuk berbelanja secara langsung di pasar tradisional.(wartabanjar.com/Suhardi).

Editor Restu