Puskás Award Penjelasan Sejarah Kriteria dan Daftar Pemenang

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Puskás Award adalah penghargaan tahunan FIFA untuk gol paling indah yang tercipta sepanjang tahun kalender, diberikan mulai 2009 sebagai bagian dari ajang The Best FIFA Football Awards. Penamaan penghargaan ini terinspirasi dari legenda Hungaria, Ferenc Puskás, untuk menghormati estetika gol dan momen teknik tinggi dalam sepakbola.

Ide penghargaan ini dicetuskan oleh mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, dan pertama kali diberikan pada 21 Desember 2009 dengan Cristiano Ronaldo sebagai pemenang perdana. Sejak saat itu Puskás menjadi kategori bergengsi yang menyorot variasi gol dari tendangan jarak jauh, solo run, hingga teknik spektakuler seperti tendangan salto.

Penilaian Puskás mengedepankan tiga aspek utama: keindahan murni gol, keaslian (bukan hasil defleksi atau offside), serta dukungan nilai fair play dari pencetak gol. FIFA mengombinasikan suara publik dengan panel ahli untuk menentukan pemenang; gol yang masuk nominasi juga tidak boleh berasal dari perilaku tak sportif atau kasus doping.

Sejumlah nama besar menghiasi daftar pemenang sejak awal, termasuk Cristiano Ronaldo (2009), Neymar (2011), James Rodríguez (2014), Mohd Faiz Subri (2016), Son Heung-min (2020), dan Alejandro Garnacho (2024). Tahun demi tahun daftar pemenang memperlihatkan ragam tipe gol dari spektakuler individu hingga penyelesaian tim yang estetis yang diseleksi oleh FIFA.