WARTABANJAR.COM, MAKASSAR – Keberanian Komika Eky Priyagung mengungkap kasus pencabulan yang dialaminya 16 tahun lalu mengguncang publik. Ia menceritakan bahwa pelaku adalah mantan guru mengajinya bernama Sudirman, yang diduga juga melakukan kekerasan seksual terhadap belasan santri lainnya di Makassar.
Pengakuan Eky menjadi pintu terbuka bagi banyak korban lain yang selama ini memilih diam karena takut dan trauma. Kasus ini juga menguak sisi gelap dunia pendidikan agama yang seharusnya menjadi tempat mendidik akhlak, bukan tempat predator memangsa anak didiknya.
“Selama bertahun-tahun saya diam karena takut dan merasa bersalah, padahal saya korban,” ungkap Eky dalam pernyataannya yang viral di media sosial. Keberaniannya untuk speak up menuai gelombang dukungan luas dari publik, aktivis, dan komunitas perlindungan anak.
Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, agar menjadi efek jera bagi siapa pun yang berani mencoreng kehormatan lembaga keagamaan dan merusak masa depan anak-anak.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa keberpihakan pada korban harus diutamakan. Keberanian satu orang bisa membuka jalan bagi keadilan banyak orang.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad

